sistem bisnis perusahaan
Membuat
Seluruh Angka Berbaris : Mengelola di Level Perusahaan
Mungkin
para pembaca sudah pernah melihat bagaimana gerombolan angsa terbang. Pada
awalnya tampak seperti kawanan burung yang kacau, tetapi dengan cepat berakhir
dengan pola berbentuk V atau barisan. Ini merupakan bukan suatu kebetulan.
Dengan terbang dengan cara ini, masing-masing burung menerima sedikit tetapi
terukur, berguna dalam mengurangi seretan dari burung yang didepan. Ini membuat
lebih mudah bagi semua burung untuk terbang berjarak jauh. Tentunya, burung
terdepan memiliki tugas terberat, tetapi angsa-angsa lain telah menemukan cara
untuk membantunya juga. Dengan cara ini, seluruh kawanan membagi beban saat
mereka menghadap kearah yang sama.
Hubungannya
dengan sistem informasi yaitu berfokus pada sistem yang mencakup perusahaan dan
itu ditujukan untuk membantu tiga operasi terbesar perusahaan: hubungan pelanggan, perencanaan sumberdaya, dan
rantai pasokan. Masing-masing operasi
ini membutuhkan fokus yang unik, dan juga sistem untuk dapat mendukungnya,
tetapi mereka semua memiliki satu tujuan yang sama: membuat seluruh organisasi
tersusun dan menuju kearah yang sama, sama halnya seperti yang dilakukan angsa.
Manajemen
Hubungan Pelanggan: Fokus Bisnis
Saat
ini, pelangganlah yang berkuasa. Ini lebih mudah dari sebelumnya bagi pelanggan
untuk membandingkan toko, dan dengan satu klik di tetikus, untuk mengganti
perusahaan. Sebagai hasilnya, hubungan pelanggan telah menjadi aset yang paling
berharga bagi perusahaan. Hubungan ini lebih bernilai daripada produk
perusahaan, toko, pabrik, alamat situs, bahkan karyawan. Setiap strategi
perusahaan seharusnya bagaimana ditujukan bagaimana untuk mencari dan
mempertahankan pelanggan yang paling menguntungkan.
CRM
merupakan pengelolaan berbagai hubungan pelanggan melibatkan dua tujuan yang
saling berhubungan:
- Memberikan organisasi dan seluruh pelanggan menghadapi karyawan dengan satu tujuan lengkap dari setiap pelanggan pada titik sentuh dan pada seluruh saluran.
- Memberikan pelanggan dengan satu tujuan lengkap dari perusahaan dan seluruh salurannya yang diperluas.
kelompok aplikasi utama dalam manajemen
Sistem
CRM menyertakan modul perangkat lunak perusahaan yang menyediakan alat untuk
memudahkan sebuah bisnis dan karyawannya untuk mengirimkan layanan yang cepat,
nyaman, dapat diandalkan, dan konsisten kepada pelanggannya.
Manajemen
hubungan pelanggan adalah sistem perusahaan lintas fungsional yang
mengintegrasikan dan mengotomatisasi banyak proses pelayanan pelanggan dalam
penjualan, pemasaran, dan layanan pelanggan yang berinteraksi dengan pelanggan
perusahaan. Sistem CRM menggunakan teknologi informasi untuk mendukung banyak
perusahaan yang mengorientasikan dirinya sendiri kedalam bisnis berfokus
pelanggan sebagai sebuah strategi bisnis puncak. Komponen aplikasi utama dari
CRM, termasuk manajemen kontak dan akun, penjualan, pemasaran, dan pemenuhan;
dan layanan dukungan pelanggan; serta retensi dan program loyalti, yang
semuanya ditujukan untuk membantu sebuah perusahaan memperoleh, meningkatkan,
dan mempertahankan hubungan yang menguntungkan dengan pelanggannya sebagai
sebuah sasaran bisnis utama.
Tiga
Tahapan CRM
- Mendapatkan
Sebuah
bisnis mengandalkan pada alat perangkat lunak CRM dan basis data untuk
membantunya mendapatkan pelanggan baru dengan melakukan pekerjaan yang lebih
tinggi dari manajemen kontak, prospek penjualan, penjualan, pemasaran langsung,
dan pemenuhan.
- Meningkatkan
Manajemen
akun berbantu situs dan layanan pelanggan serta alat pendukung membantu menjaga
pelanggan tetap puas oleh layanan unggul dari tim penjualan yang responsif
dalam jaringan dan layanan khusus, serta mitra bisnis. Nilai yang dilihat
pelanggan adalah kenyamanan pada satu tempat berbelanja dengan harga yang
menarik.
- Mempertahankan
Perangkat
lunak dan basis data analitis CRM membantu perusahaan mengidentifikasi secara
proaktif dan menghargai pelanggannya serta memperluas bisnis pemasaran dan
program hubungan pemasaran. Nilai yang dilihat pelanggan adalah hubungan bisnis
pribadi yang berharga dengan “perusahaan mereka”.
Manfaat dan Tantangan dari
CRM
1) CRM
memungkinkan sebuah bisnis untuk mengidentifikasi dan membuat target bagi
pelanggannya yang terbaik, mereka yang
paling menguntungkan bisnis, sehingga mereka dapat dipertahankan sebagai
pelanggan abadi untuk mendapatkan layanan yang lebih banyak dan lebih
menguntungkan
2) CRM
memungkinkan kustomisasi seketika dan personalisasi dari produk dan layanan
berdasarkan keinginan, kebutuhan, dan kebiasaan membeli dari pelanggan, dan
siklus hidupnya.
3) CRM
juga dapat melacak kapan pelanggan menghubungi perusahaan, terlepas dari titik
kontak.
Kegagalan
CRM
Penelitian menunjukkan bahwa alasan
utama kegagalan atau ketidakpuasan dari gagasan CRM adalah hal yang cukup
akrab, yaitu kurangnya pemahaman dan persiapan. Terlalu sering, manajer bisnis
bergantung pada aplikasi baru yang utama dari teknologi informasi (seperti CRM)
untuk menyelesaikan masalah bisnis tanpa terlebih dahulu mengembangkan
perubahan proses bisnis dan mengubah program manajemen yang dibutuhkan.
Karena
bagaimanapun, banyak perusahaan merasa bahwa sistem CRM sulit untuk
diimplementasikan dengan baik karena pemahaman dan persiapan yang kurang
memadai dari manajemen dan memengaruhi karyawan.
Tren
dalam CRM
Semakin
meningkatnya perusahaan, perusahaan harus membuat hubungan kolaboratif dengan
mitra, pemasok, dan pelanggan, menekan waktu dan biaya sementara tetap
meningkatkan pengalaman pelanggan dan jumlah nilai proposisinya.
Kebanyakan
bisnis memulai dengan sistem operasional
CRM seperti otomatisasi tenaga penjualan dan pusat layanan pelanggan.
Kemudian, aplikasi CRM analitis
diimplementasikan dengan menggunakan beberapa alat pemasaran analitis, seperti
penggalian data, untuk mengambil data penting mengenai pelanggan dan calon
pelanggan untuk target kampanye pemasaran. Dengan terus meningkat, akhirnya
banyak perusahaan berpindah ke sistem CRM
kolaboratif yang mendukung kolaborasi karyawan, mitra bisnis, dan pelanggan
mereka sendiri dalam meningkatkan hubungan pelanggan yang menguntungkan.
Perencanaan sumber daya perusahaan: kekuatan bisnis
ERP
(enterprise resource planning) merupakan kekuatan teknologis dari bisnis elektronik, sebuah kerangka kerja
transaksi di seluruh perusahaan berkaitan dalam pengolahan pesanan penjualan,
manajemen dan pengendalian persediaan, perencanaan produksi dan distribusi, dan
keuangan.
Perencanaan
sumber daya perusahaan adalah sistem perusahaan lintas fungsional yang dibawa
oleh seperangkat modul perangkat lunak terintegerasi yang mendukung proses
dasar bisnis internal dari sebuah perusahaan. Sebagai contoh, perangkat lunak
ERP untuk perusahaan pabrikasi umumnya akan mengolah data dan melacak status
perjualan, persediaan, pengapalan, penagihan, sebagaimana memperkirakan barng
mentah dan kebutuhan sumber daya manusia.
ERP
memberikan perusahaan sebuah tampilan seketika yang terintegrasi dari proses
bisnis utamanya, seperti produksi, pengolahan pesanan, dan manajemen
persediaan, bergabung bersama-sama dalam aplikasi perangkat lunak ERP dan basis
data yang dikelola oleh sistem manajemen basis data.
Seperangkat
perangkat lunak biasanya terdiri atas modul terintegrasi dari pabrikasi,
distribusi, penjualan, akuntansi dan aplikasi sumber daya manusia.
Contoh-contoh proses pabrikasi pendukung, diantaranya perencanaan kebutuhan
bahan, perencanaa produksi, dan perencanaan kapasitas. Beberapa proses
penjualan dan pemasaran yang didukung oleh ERP, diantaranya analisis penjualan,
perencanaan penjualan, dan analisis harga, sementara aplikasi distribusi umum,
meliputi manajemen pesanan,pembelian, dan perencanaan logistik. Sistem ERP
mendukung banyak proses sumber daya manusia yang penting, mulai dari
perencanaan kebutuhan personel untuk pembayaran gaji dan administrasi manfaat,
dan penyelesaikan catatan penyimpanan keuangan yang paling dibutuhkan dan
aplikasi akuntansi manajerial.
Komponen aplikasi utama dari sistem ERP
Manfaat dan tantangan dari
ERP
Sistem
ERP dapat menghasilakan manfaat bisnis yang signifikan bagi perusahaan. Banyak
perusahaan lainnya yang telah menemukan nilai bisnis utama dalam penggunaan ERP
pada beberapa cara dasar:
·
Kualitas dan efisien. ERP
membuat sebuah kerangka kerja untuk mengintegrasikan dan meningkatkan proses
bisnis internal perusahaan yang menghasilakan perbaikan yang signifikan dalam
kualitas dan efisiensi layanan pelanggan, produksi, dan distribusi.
·
Berkurangnya biaya. Banyak
perusahaan yang melaporkan pengurangan yang signifikan dalam biaya pengolahan
transaksi dan perangkat keras, perangkat lunak, dan staf pendukung TI
dibandingkan dengan warisan sistem yang tidak terintegrasi yang telah
digantikan oleh sistem ERP mereka yang baru.
·
Pendukung keputusan. ERP
menyediakan informmasi lintas fungsional yang penting atas kinerja bisnis bagi
manajer dengan cepat untuk memperbaiki kemampuan mereka dalam membuat keputusan
yang lebih baik dengan cara yang terjadwal di seluruh bisnis perusahaan.
·
Ketangkasan perusahaan.
Mengimplementasikan sistem ERP memecah banyak departemen terdahulu dan halangan
fungsional atau “silos” dari proses bisnis, sistem informasi, dan sumber daya informasi.
Biaya-biaya
ERP
Sebuah implimentasi ERP
layaknya korporasi yang setara dengan transplantasi otak kami menarik steker di
setiap aplikasi perusahaan dan perpindah ke perangkat lunak peoplesoft.
Resikonya tentu saja kekacauan dari bisnis jika anda tidak menggunakan ERP
dengan benar, anda dapat menghancurkan perusahaan anda.
Perhatikan
bahwa biaya perangkat keras dari perangkat lunak hanyalah bagian kecil dari
total biaya,dan biaya pengembangan proses bisnis baru (rekayasa ulang) dan
menyiapkan karyawan untuk sistem baru (pelatihan dan manajemen perubahan)
membuat sebagian besar pengimplementasian sistem ERP mengubah data dari warisan
sistem sebelumnya ke sistem ERP lintas fungsional yang baru merupakan kategori
utama lainnya dari biaya implementasi ERP.
Penyebab kegagalan ERP
Kegagalan
untuk melibatkan karyawan yang terkena dampak dalam tahap perencanaan dan
pengembangan dan untuk mengubah program manajemen, atau mencoba melakukan
banyak hal dan terlalu cepat dalam proses konversi biasa menjadi penyebab
proyek ERP gagal. Pelatihan yang tidak mencukupi dalam tugas pekerjaan baru
yang dibutuhkan oleh sistem ERP dan kegagalan melakukan konversi dan pengetesan
data yang memadai merupakan penyebab lain dari kegagalan. Dalam banyak kasus
ERP juga disebabkan kepercayaan yang berlebihan dari perusahaan atau manajemen
TI atas pernyataan penjual perangkat lunak ERP atau atas batuan dari perusahaan
konsultan.
Tren dalam ERP
Saat
ini, ERP masih terlibat mengadaptasi pengembangan teknologi dan permintaan pasar.
Empat tren yang membentuk evolusi keberlanjutan dari ERP: pengembangan dalam
integrasi dan fleksibilitas, peluasan aplikasi bisnis elektronik, jangkauan
yang lebih jauh ke pengguna baru, dan adopsi teknologi internet.
Empat
pengembangan dan tren utama yang terlibat dalam aplikasi ERP
Manajemen Rantai Pasokan : jaringan bisnis
SCM (supply chain
management)
Manajemen
rantai pasokan adalah system antar
perusahaan lintas fungsional yang menggunakan teknologi informasi untuk
membantu mendukung dan mengelola hubungan hubungan antara beberapa kunci proses
bisnis sebuah perusahaan dengan pemasok pelanggan, dan mitra bisnis. Itulah
mengapa banyak perusahaan saat ini membuat manajemen rantai pasokan (supply chain management-SCM), obyektif strategis puncak dan
inisiatif pengembangan aplikasi bisnis elektronik yang utama. Pada dasarnya,
manajemen rantai pasokan (supply chain
management-SCM),membantu sebuah
perusahaan mendapatkan produk yang tepat ke tempat yang benar di waktu yang
tepat, dalam jumlah yang memadai dan biaya yang dapat diterima. Tujuan SCM antara lain :
- Untuk mengelola proses ini secara efisien dengan mengelola permintaan, mengendalikan persediaan, meningkatkan jaringan hubungan bisnis yang dibina perusahaan dengan pelanggan, pemasok, distributor, dan lain-lain.
- Untuk memebuat jaringan hubungan bisnis yang cepat, efisien, dan berbiaya rendah, atau rantai pasokan, untuk mendapatkan produk perusahaan dari konsep ke pasar.
Pertukaran data elektronik EDI (Electronic data in. terchange)
Pertukaran data elektronik EDI (Electronic
data interchange) adalah salah satu penggunaan paling awal dari teknologi
informasi untuk manajemen rantai pasokan. EDI melibatkan pertukaran dokumen
transaksi bisnis melalui internet dan jaringan lainya antara mitra dagang
rantai pasokan (organisasi dan pelanggan mereka serta pemasok). Dokumen yang
digunakan antara lain pesanan pembelian, tagihan, permintaan penawaran, dan
pemberitahuan pengapalan. Perangkat lunak EDI digunakan untuk mengubah format
dokumen perusahaan kedalam format EDI yang terstandarisasi secara spesifik
melalui berbagai industry dan peraturan internasional.
Peranan
SCM
Membantu dalam memahami peranan dan aktivitas
dari manajemen rantai pasokan dalam bisnis dengan jelas. Tiga tingkat tetras
dalam gambar menunjukkan tujuan dan hasil strategis, taktis, dan operasional
dari perencanaan SCM, yang kemudian dicapai dengan mitra bisnis dalam sebuah
rantai pasokan di tingkat pelaksanaan SCM.
Peranan teknologi infromasi SCM adalah untuk mendukung tujuan-tujuan ini
dengan system informasi antar perusahaan yang menghasilkan banyak dari
hasil-hasil sebuah bisnis perlukan untuk mengelola rantai pasokanya secara
efektif.
Tujuan SCM
|
Hasil SCM
|
|
Apa?
Menetapkan tujuan, kebijakan, dan petunjuk
pengoperasian
|
Strategis
|
·
tujuan
·
kebijakan
pasokan (tingkat pelayanan)
|
Berapa banyak
Menyebarkan sumber daya untuk mencocokan
pasokan dan permintaan
|
Taktis
|
·
perkiraan
permintaan
·
produksi,
pengadaan, perencanaan logistic
·
target
persediaan
|
Kapan?ke mana?
Jadwal, pengawasan, pengendalian, dan
penyesuaian produksi
|
Operasional
|
·
siklus
pesanan
·
perpindahan
bahan
|
Tindakan
Membangun dan mengangkut
|
Pelaksanaan
|
Manfaat dan tantangan SCM
Fungsi SCM
|
Hasil SCM
|
Perencanaan
|
|
Desain rantai pasokan
|
·
mengoptimalkan
jaringan pemasok, pabrik, dan pusat distribusi
|
·
mengembangkan
perkiraan yang akurat terhadap permintaan pelanggan dengan membagikan
perkiraan permintaan dan pasokan segera di seluruh deretan ganda.
·
Scenario
kolaboratif berbantu internet, seperti perencanaan, perkiraan, dan penambahan
yang kolaboratif (collaborative
planning, forecasting, and replenishment-CPFR), serta persediaan yang
dikelola penjual.
|
|
Pelaksanaan
|
|
Manajemen bahan
|
·
Membagi
informasi persediaan dan pengadaan pesanan dengan akurat.
·
Memastikan
bahan yang dibutuhkan untuk produksi tersedia di tempat yang benar di waktu
yang tepat.
·
Mengurangi
pengeluaran bahan mentah, pengadaan biaya, keamanan stok, serta persediaan
bahan mentah dan barang jadi.
|
Pabrikasi kolaboratif
|
·
Perencanaan
dan jadwal yang optimal saat mempertimbangkan sumner daya, bahan, dan kendala
ketergantungan.
|
Pemenuhan kolaboratif
|
·
Berkomitmen
untuk pengiriman tepat pada waktunya.
·
Memenuhi
psanan semua saluran tepat waktu dengan manajemen pesanan, perencanaan
transportasi, dan penjadwalan mesin.
·
Mendukung
keseluruhan proses produksi, termasuk penjemputan, pengemasan, pengapalan,
dan pengiriman keluar negeri.
|
Manajemen kolaboratif
|
·
Mengawasi
setiap tahapan dari proses rantai pasokan, mulai dari penawaran harga sampai
saat pelanggan menerima produk, dan menerima pemberitahuan ketika timbul
masalah.
|
Manajemen kinerja rantai pasokan.
|
·
Melaporkan
pengukuran kunci dalam rantai pasokan, seperti tariff pengisian, siklus waktu
pesanan, dan pemanfaatan kapasitas.
|
manajemen Rantai
Pasokan
Penyebab masalah dalam manajemen rantai pasokan
antara lain :
1.
Kurangnya
pengetahuan perencanaan permintaan yang tepat, alat, dan petunjuk adalah sumber
utama daro kegagalan SCM.
2.
Perkiraan
permintaan yang tidak akurat dan terlalu optimis akan menyebabkan produksi
utama, persediaan, dan maslaah bisnis lainya, tidak peduli bebrapa efisien
seluruh proses manajemen rantai pasokan telah dibangun.
3.
Produksi
yang tidak akuat, produksi, dan data bisnis yang disediakan oleh system
informasi perusahaan lainya sering kali menjadi penyebab dari masalah SCM.
4.
Kurangnya
kolaborasi yang cukup antara pemasaran, produksi, dan departemen manajemen
persediaan dalam sebuah perusahaan, dan dengan pemasok, distributor, dan
lain-lain, akan merusak system SCM apa-pun.
Tren dalam SCM
Tahapan ke-1 SCM
|
Tahap ke-2 SCM
|
Tehap ke-3
|
- Tahap 1 perusahaan berkonsentrasi untuk membuat pengembangan pada proses rantai pasokan internal dan eksternalnya serta hubungan dangan pemasok dan pelanggan.
- Tahap 2 perusahaan menyelesaikan aplikasi manajemen rantai pasokan yang substansi dengan menggunakan program perangkat lunak SCM terseleksi secara internal sebagaimana yang eksternal melalui tautan intranet dan ekstranet antara pemasok, distributor, pelanggan, dan mitra dagang lain.
- Tahap 3 perusahaan mulai mengembangkan dan mengimplementasikan mengurangi sisi aplikasi manajemen rantai penjualan kolaboratif menggunakan perangkat lunak SCM lanjutan, layanan penuh tautan-tautan ekstranet, dan pertukaran perdagangan komersial pribadi dan umum.
Materi Mata Kuliah SIM dalam bentuk word dan Powerpoint dapat didownload melalui link di bawah ini:



