Minggu, 22 Oktober 2017

Sistem bisnis perusahaan



sistem bisnis perusahaan

Membuat Seluruh Angka Berbaris : Mengelola di Level Perusahaan

Mungkin para pembaca sudah pernah melihat bagaimana gerombolan angsa terbang. Pada awalnya tampak seperti kawanan burung yang kacau, tetapi dengan cepat berakhir dengan pola berbentuk V atau barisan. Ini merupakan bukan suatu kebetulan. Dengan terbang dengan cara ini, masing-masing burung menerima sedikit tetapi terukur, berguna dalam mengurangi seretan dari burung yang didepan. Ini membuat lebih mudah bagi semua burung untuk terbang berjarak jauh. Tentunya, burung terdepan memiliki tugas terberat, tetapi angsa-angsa lain telah menemukan cara untuk membantunya juga. Dengan cara ini, seluruh kawanan membagi beban saat mereka menghadap kearah yang sama.
Hubungannya dengan sistem informasi yaitu berfokus pada sistem yang mencakup perusahaan dan itu ditujukan untuk membantu tiga operasi terbesar perusahaan: hubungan pelanggan, perencanaan sumberdaya, dan rantai pasokan. Masing-masing operasi ini membutuhkan fokus yang unik, dan juga sistem untuk dapat mendukungnya, tetapi mereka semua memiliki satu tujuan yang sama: membuat seluruh organisasi tersusun dan menuju kearah yang sama, sama halnya seperti yang dilakukan angsa.

Manajemen Hubungan Pelanggan: Fokus Bisnis
      Saat ini, pelangganlah yang berkuasa. Ini lebih mudah dari sebelumnya bagi pelanggan untuk membandingkan toko, dan dengan satu klik di tetikus, untuk mengganti perusahaan. Sebagai hasilnya, hubungan pelanggan telah menjadi aset yang paling berharga bagi perusahaan. Hubungan ini lebih bernilai daripada produk perusahaan, toko, pabrik, alamat situs, bahkan karyawan. Setiap strategi perusahaan seharusnya bagaimana ditujukan bagaimana untuk mencari dan mempertahankan pelanggan yang paling menguntungkan.
CRM merupakan pengelolaan berbagai hubungan pelanggan melibatkan dua tujuan yang saling berhubungan:
  • Memberikan organisasi dan seluruh pelanggan menghadapi karyawan dengan satu tujuan lengkap dari setiap pelanggan pada titik sentuh dan pada seluruh saluran.
  • Memberikan pelanggan dengan satu tujuan lengkap dari perusahaan dan seluruh salurannya yang diperluas. 
kelompok aplikasi utama dalam manajemen

      Sistem CRM menyertakan modul perangkat lunak perusahaan yang menyediakan alat untuk memudahkan sebuah bisnis dan karyawannya untuk mengirimkan layanan yang cepat, nyaman, dapat diandalkan, dan konsisten kepada pelanggannya.
Manajemen hubungan pelanggan adalah sistem perusahaan lintas fungsional yang mengintegrasikan dan mengotomatisasi banyak proses pelayanan pelanggan dalam penjualan, pemasaran, dan layanan pelanggan yang berinteraksi dengan pelanggan perusahaan. Sistem CRM menggunakan teknologi informasi untuk mendukung banyak perusahaan yang mengorientasikan dirinya sendiri kedalam bisnis berfokus pelanggan sebagai sebuah strategi bisnis puncak. Komponen aplikasi utama dari CRM, termasuk manajemen kontak dan akun, penjualan, pemasaran, dan pemenuhan; dan layanan dukungan pelanggan; serta retensi dan program loyalti, yang semuanya ditujukan untuk membantu sebuah perusahaan memperoleh, meningkatkan, dan mempertahankan hubungan yang menguntungkan dengan pelanggannya sebagai sebuah sasaran bisnis utama.

Tiga Tahapan CRM 
  • Mendapatkan
Sebuah bisnis mengandalkan pada alat perangkat lunak CRM dan basis data untuk membantunya mendapatkan pelanggan baru dengan melakukan pekerjaan yang lebih tinggi dari manajemen kontak, prospek penjualan, penjualan, pemasaran langsung, dan pemenuhan.
  •   Meningkatkan
Manajemen akun berbantu situs dan layanan pelanggan serta alat pendukung membantu menjaga pelanggan tetap puas oleh layanan unggul dari tim penjualan yang responsif dalam jaringan dan layanan khusus, serta mitra bisnis. Nilai yang dilihat pelanggan adalah kenyamanan pada satu tempat berbelanja dengan harga yang menarik.
  • Mempertahankan
Perangkat lunak dan basis data analitis CRM membantu perusahaan mengidentifikasi secara proaktif dan menghargai pelanggannya serta memperluas bisnis pemasaran dan program hubungan pemasaran. Nilai yang dilihat pelanggan adalah hubungan bisnis pribadi yang berharga dengan “perusahaan mereka”.

Manfaat dan Tantangan dari CRM
1)  CRM memungkinkan sebuah bisnis untuk mengidentifikasi dan membuat target bagi pelanggannya yang  terbaik, mereka yang paling menguntungkan bisnis, sehingga mereka dapat dipertahankan sebagai pelanggan abadi untuk mendapatkan layanan yang lebih banyak dan lebih menguntungkan
2)  CRM memungkinkan kustomisasi seketika dan personalisasi dari produk dan layanan berdasarkan keinginan, kebutuhan, dan kebiasaan membeli dari pelanggan, dan siklus hidupnya.
3)  CRM juga dapat melacak kapan pelanggan menghubungi perusahaan, terlepas dari titik kontak.

Kegagalan CRM
            Penelitian menunjukkan bahwa alasan utama kegagalan atau ketidakpuasan dari gagasan CRM adalah hal yang cukup akrab, yaitu kurangnya pemahaman dan persiapan. Terlalu sering, manajer bisnis bergantung pada aplikasi baru yang utama dari teknologi informasi (seperti CRM) untuk menyelesaikan masalah bisnis tanpa terlebih dahulu mengembangkan perubahan proses bisnis dan mengubah program manajemen yang dibutuhkan.
Karena bagaimanapun, banyak perusahaan merasa bahwa sistem CRM sulit untuk diimplementasikan dengan baik karena pemahaman dan persiapan yang kurang memadai dari manajemen dan memengaruhi karyawan.

Tren dalam CRM
     Semakin meningkatnya perusahaan, perusahaan harus membuat hubungan kolaboratif dengan mitra, pemasok, dan pelanggan, menekan waktu dan biaya sementara tetap meningkatkan pengalaman pelanggan dan jumlah nilai proposisinya.
Kebanyakan bisnis memulai dengan sistem operasional CRM seperti otomatisasi tenaga penjualan dan pusat layanan pelanggan. Kemudian, aplikasi CRM analitis diimplementasikan dengan menggunakan beberapa alat pemasaran analitis, seperti penggalian data, untuk mengambil data penting mengenai pelanggan dan calon pelanggan untuk target kampanye pemasaran. Dengan terus meningkat, akhirnya banyak perusahaan berpindah ke sistem CRM kolaboratif yang mendukung kolaborasi karyawan, mitra bisnis, dan pelanggan mereka sendiri dalam meningkatkan hubungan pelanggan yang menguntungkan.

Perencanaan sumber daya perusahaan: kekuatan bisnis

       ERP (enterprise resource planning) merupakan kekuatan teknologis  dari bisnis elektronik, sebuah kerangka kerja transaksi di seluruh perusahaan berkaitan dalam pengolahan pesanan penjualan, manajemen dan pengendalian persediaan, perencanaan produksi dan distribusi, dan keuangan.
      Perencanaan sumber daya perusahaan adalah sistem perusahaan lintas fungsional yang dibawa oleh seperangkat modul perangkat lunak terintegerasi yang mendukung proses dasar bisnis internal dari sebuah perusahaan. Sebagai contoh, perangkat lunak ERP untuk perusahaan pabrikasi umumnya akan mengolah data dan melacak status perjualan, persediaan, pengapalan, penagihan, sebagaimana memperkirakan barng mentah dan kebutuhan sumber daya manusia.
     ERP memberikan perusahaan sebuah tampilan seketika yang terintegrasi dari proses bisnis utamanya, seperti produksi, pengolahan pesanan, dan manajemen persediaan, bergabung bersama-sama dalam aplikasi perangkat lunak ERP dan basis data yang dikelola oleh sistem manajemen basis data.
     Seperangkat perangkat lunak biasanya terdiri atas modul terintegrasi dari pabrikasi, distribusi, penjualan, akuntansi dan aplikasi sumber daya manusia. Contoh-contoh proses pabrikasi pendukung, diantaranya perencanaan kebutuhan bahan, perencanaa produksi, dan perencanaan kapasitas. Beberapa proses penjualan dan pemasaran yang didukung oleh ERP, diantaranya analisis penjualan, perencanaan penjualan, dan analisis harga, sementara aplikasi distribusi umum, meliputi manajemen pesanan,pembelian, dan perencanaan logistik. Sistem ERP mendukung banyak proses sumber daya manusia yang penting, mulai dari perencanaan kebutuhan personel untuk pembayaran gaji dan administrasi manfaat, dan penyelesaikan catatan penyimpanan keuangan yang paling dibutuhkan dan aplikasi akuntansi manajerial.

Komponen aplikasi utama dari sistem ERP
 


Manfaat dan tantangan dari ERP
Sistem ERP dapat menghasilakan manfaat bisnis yang signifikan bagi perusahaan. Banyak perusahaan lainnya yang telah menemukan nilai bisnis utama dalam penggunaan ERP pada beberapa cara dasar:
·         Kualitas dan efisien. ERP membuat sebuah kerangka kerja untuk mengintegrasikan dan meningkatkan proses bisnis internal perusahaan yang menghasilakan perbaikan yang signifikan dalam kualitas dan efisiensi layanan pelanggan, produksi, dan distribusi.
·         Berkurangnya biaya. Banyak perusahaan yang melaporkan pengurangan yang signifikan dalam biaya pengolahan transaksi dan perangkat keras, perangkat lunak, dan staf pendukung TI dibandingkan dengan warisan sistem yang tidak terintegrasi yang telah digantikan oleh sistem ERP mereka yang baru.
·         Pendukung keputusan. ERP menyediakan informmasi lintas fungsional yang penting atas kinerja bisnis bagi manajer dengan cepat untuk memperbaiki kemampuan mereka dalam membuat keputusan yang lebih baik dengan cara yang terjadwal di seluruh bisnis perusahaan.
·         Ketangkasan perusahaan. Mengimplementasikan sistem ERP memecah banyak departemen terdahulu dan halangan fungsional atau “silos” dari proses bisnis, sistem informasi, dan  sumber daya informasi.
 Biaya-biaya ERP   
       Sebuah implimentasi ERP layaknya korporasi yang setara dengan transplantasi otak kami menarik steker di setiap aplikasi perusahaan dan perpindah ke perangkat lunak peoplesoft. Resikonya tentu saja kekacauan dari bisnis jika anda tidak menggunakan ERP dengan benar, anda dapat menghancurkan perusahaan anda.


Ukuran dan jenis biaya yang relatif dari implementasi sebuah sistem ERP pada sebuah perusahaan.

     Perhatikan bahwa biaya perangkat keras dari perangkat lunak hanyalah bagian kecil dari total biaya,dan biaya pengembangan proses bisnis baru (rekayasa ulang) dan menyiapkan karyawan untuk sistem baru (pelatihan dan manajemen perubahan) membuat sebagian besar pengimplementasian sistem ERP mengubah data dari warisan sistem sebelumnya ke sistem ERP lintas fungsional yang baru merupakan kategori utama lainnya dari biaya implementasi ERP.

Penyebab kegagalan ERP
      Kegagalan untuk melibatkan karyawan yang terkena dampak dalam tahap perencanaan dan pengembangan dan untuk mengubah program manajemen, atau mencoba melakukan banyak hal dan terlalu cepat dalam proses konversi biasa menjadi penyebab proyek ERP gagal. Pelatihan yang tidak mencukupi dalam tugas pekerjaan baru yang dibutuhkan oleh sistem ERP dan kegagalan melakukan konversi dan pengetesan data yang memadai merupakan penyebab lain dari kegagalan. Dalam banyak kasus ERP juga disebabkan kepercayaan yang berlebihan dari perusahaan atau manajemen TI atas pernyataan penjual perangkat lunak ERP atau atas batuan dari perusahaan konsultan.
  
Tren dalam ERP
     Saat ini, ERP masih terlibat mengadaptasi pengembangan teknologi dan permintaan pasar. Empat tren yang membentuk evolusi keberlanjutan dari ERP: pengembangan dalam integrasi dan fleksibilitas, peluasan aplikasi bisnis elektronik, jangkauan yang lebih jauh ke pengguna baru, dan adopsi teknologi internet.
Empat pengembangan dan tren utama yang terlibat dalam aplikasi ERP
    Manajemen Rantai Pasokan : jaringan bisnis
    SCM (supply chain management)
         Manajemen rantai pasokan adalah system antar perusahaan lintas fungsional yang menggunakan teknologi informasi untuk membantu mendukung dan mengelola hubungan hubungan antara beberapa kunci proses bisnis sebuah perusahaan dengan pemasok pelanggan, dan mitra bisnis. Itulah mengapa banyak perusahaan saat ini membuat manajemen rantai pasokan (supply chain management-SCM), obyektif strategis puncak dan inisiatif pengembangan aplikasi bisnis elektronik yang utama. Pada dasarnya, manajemen rantai pasokan (supply chain management-SCM),membantu sebuah perusahaan mendapatkan produk yang tepat ke tempat yang benar di waktu yang tepat, dalam jumlah yang memadai dan biaya yang dapat diterima. Tujuan SCM  antara lain :
    • Untuk mengelola proses ini secara efisien dengan mengelola permintaan, mengendalikan persediaan, meningkatkan jaringan hubungan bisnis yang dibina perusahaan dengan pelanggan, pemasok, distributor, dan lain-lain.
    • Untuk memebuat jaringan hubungan bisnis yang cepat, efisien, dan berbiaya rendah, atau rantai pasokan, untuk mendapatkan produk perusahaan dari konsep ke pasar.  
     Pertukaran data elektronik EDI (Electronic data in. terchange)
          Pertukaran data elektronik EDI (Electronic data interchange) adalah salah satu penggunaan paling awal dari teknologi informasi untuk manajemen rantai pasokan. EDI melibatkan pertukaran dokumen transaksi bisnis melalui internet dan jaringan lainya antara mitra dagang rantai pasokan (organisasi dan pelanggan mereka serta pemasok). Dokumen yang digunakan antara lain pesanan pembelian, tagihan, permintaan penawaran, dan pemberitahuan pengapalan. Perangkat lunak EDI digunakan untuk mengubah format dokumen perusahaan kedalam format EDI yang terstandarisasi secara spesifik melalui berbagai industry dan peraturan internasional.  

    Peranan SCM
           Membantu dalam memahami peranan dan aktivitas dari manajemen rantai pasokan dalam bisnis dengan jelas. Tiga tingkat tetras dalam gambar menunjukkan tujuan dan hasil strategis, taktis, dan operasional dari perencanaan SCM, yang kemudian dicapai dengan mitra bisnis dalam sebuah rantai pasokan di tingkat pelaksanaan SCM.  Peranan teknologi infromasi SCM adalah untuk mendukung tujuan-tujuan ini dengan system informasi antar perusahaan yang menghasilkan banyak dari hasil-hasil sebuah bisnis perlukan untuk mengelola rantai pasokanya secara efektif.

    Tujuan SCM

    Hasil SCM
    Apa?
    Menetapkan tujuan, kebijakan, dan petunjuk pengoperasian
    Strategis
    ·         tujuan
    ·         kebijakan pasokan (tingkat pelayanan)
    Berapa banyak
    Menyebarkan sumber daya untuk mencocokan pasokan dan permintaan
    Taktis
    ·         perkiraan permintaan
    ·         produksi, pengadaan, perencanaan logistic
    ·         target persediaan
    Kapan?ke mana?
    Jadwal, pengawasan, pengendalian, dan penyesuaian produksi
    Operasional
    ·         siklus pesanan
    ·         perpindahan bahan
    Tindakan
    Membangun dan mengangkut
    Pelaksanaan


    Manfaat dan tantangan SCM 

    Fungsi SCM
    Hasil SCM
    Perencanaan

    Desain rantai pasokan
    ·         mengoptimalkan jaringan pemasok, pabrik, dan pusat distribusi

    ·         mengembangkan perkiraan yang akurat terhadap permintaan pelanggan dengan membagikan perkiraan permintaan dan pasokan segera di seluruh deretan ganda.
    ·         Scenario kolaboratif berbantu internet, seperti perencanaan, perkiraan, dan penambahan yang kolaboratif (collaborative planning, forecasting, and replenishment-CPFR), serta persediaan yang dikelola penjual.
    Pelaksanaan

    Manajemen bahan
    ·         Membagi informasi persediaan dan pengadaan pesanan dengan akurat.
    ·         Memastikan bahan yang dibutuhkan untuk produksi tersedia di tempat yang benar di waktu yang tepat.
    ·         Mengurangi pengeluaran bahan mentah, pengadaan biaya, keamanan stok, serta persediaan bahan mentah dan barang jadi.
    Pabrikasi kolaboratif
    ·         Perencanaan dan jadwal yang optimal saat mempertimbangkan sumner daya, bahan, dan kendala ketergantungan.
    Pemenuhan kolaboratif
    ·         Berkomitmen untuk pengiriman tepat pada waktunya.
    ·         Memenuhi psanan semua saluran tepat waktu dengan manajemen pesanan, perencanaan transportasi, dan penjadwalan mesin.
    ·         Mendukung keseluruhan proses produksi, termasuk penjemputan, pengemasan, pengapalan, dan pengiriman keluar negeri.
    Manajemen kolaboratif
    ·         Mengawasi setiap tahapan dari proses rantai pasokan, mulai dari penawaran harga sampai saat pelanggan menerima produk, dan menerima pemberitahuan ketika timbul masalah.
    Manajemen kinerja rantai pasokan.
    ·         Melaporkan pengukuran kunci dalam rantai pasokan, seperti tariff pengisian, siklus waktu pesanan, dan pemanfaatan kapasitas.

    manajemen Rantai Pasokan

          Penyebab masalah dalam manajemen rantai pasokan antara lain :
    1.    Kurangnya pengetahuan perencanaan permintaan yang tepat, alat, dan petunjuk adalah sumber utama daro kegagalan SCM.
    2.    Perkiraan permintaan yang tidak akurat dan terlalu optimis akan menyebabkan produksi utama, persediaan, dan maslaah bisnis lainya, tidak peduli bebrapa efisien seluruh proses manajemen rantai pasokan telah dibangun.
    3.    Produksi yang tidak akuat, produksi, dan data bisnis yang disediakan oleh system informasi perusahaan lainya sering kali menjadi penyebab dari masalah SCM.
    4.    Kurangnya kolaborasi yang cukup antara pemasaran, produksi, dan departemen manajemen persediaan dalam sebuah perusahaan, dan dengan pemasok, distributor, dan lain-lain, akan merusak system SCM apa-pun.

    Tren dalam SCM
    Tahapan ke-1 SCM
    •  Pengembangan rantai pasokan saat ini
    • · Rantai pasokan, perdagangan komersial yang bertambah leluasa.
    Tahap ke-2 SCM
    • · Tautan intranet / ekstranet ke mitra perdagangan
    •      Ekspansi jaringan pemasok
    Tehap ke-3
    •      Perencanaan dan pemenuhan kolaboratif
    •  Ekstranet dan pertukaran berbasis kolaborasi.

    • Tahap 1 perusahaan berkonsentrasi untuk membuat pengembangan pada proses rantai pasokan internal dan eksternalnya serta hubungan dangan pemasok dan pelanggan.
    • Tahap 2 perusahaan menyelesaikan aplikasi manajemen rantai pasokan yang substansi dengan menggunakan program perangkat lunak SCM terseleksi secara internal sebagaimana yang eksternal melalui tautan intranet dan ekstranet antara pemasok, distributor, pelanggan, dan mitra dagang lain.
    • Tahap 3 perusahaan mulai mengembangkan dan mengimplementasikan mengurangi sisi aplikasi manajemen rantai penjualan kolaboratif menggunakan perangkat lunak SCM lanjutan, layanan penuh tautan-tautan ekstranet, dan pertukaran perdagangan komersial pribadi dan umum.
    Materi Mata Kuliah SIM dalam bentuk word dan Powerpoint dapat didownload melalui link di bawah ini: